Utilisation of moringa seed extract (Moringa oleifera) in inhibiting the growth of Porphyromonas gingivalis

Pemanfaatan ekstrak biji kelor (Moringa oleifera) dalam menghambat pertumbuhan Porphyromonas gingivalis

Authors

  • Ulfa Mutiatul H Mahasiswa Klinik, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Hasanuddin Makassar, Indonesia
  • Nur Laily Mahasiswa Klinik, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Hasanuddin Makassar, Indonesia
  • Ramayani Ramly Mahasiswa Klinik, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Hasanuddin Makassar, Indonesia
  • Lenni Indriani Departemen Ilmu Bahan dan Teknologi, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin Makassar, Indonesia

Keywords:

Moringa oleifera, Porphyromonas gingivalis, antimikroba

Abstract

Periodontitis adalah inflamasi yang terjadi pada jaringan penyangga gigi yang disebabkan oleh organisme mikro spesifik. Bakteri plak dan kalkulus dianggap sebagai penyebab utama penyakit periodontal. Salah satu bakteri utama penyebab penyakit periodontal yang banyak ditemukan pada plak subgingiva penderita periodontitis kronis adalah Porphyromonas gingivalis, Treponema denticola dan Bacteroides forsythus. Antimikroba konvensional (antibiotik), terutama tetrasiklin sering digunakan untuk menunjang terapi penyakit periodontal, akan tetapi antibiotik dapat menimbulkan efek samping yaitu terjadi resisten, reaksi alergi, dan reaksi toksik. Oleh karena itu, diperlukan terapi alternatif untuk mengobati penyakit periodontal tanpa efek samping. Secara khusus, Moringa oleifera diketahui mengandung lebih dari 90 jenis nutrisi berupa vitamin esensial, mineral, asam amino, antiaging, antibakteri, anti-inflamasi, antikanker, hipotensif, penghambat aktivitas bakteri dan jamur. Banyaknya efek farmakologis yang dimiliki oleh M.oleifera menjadikan tanaman herbal ini banyak digunakan untuk mengobati berbagai penyakit terutama penyakit periodontal. Terdapat penelitian yang berkembang menunjukkan kemampuan antimikroba dari M.oleifera.

Published

2023-12-01