Increasing the number of fibrolas in the healing of rat gingiva wounds with topically applied of leaves extracts of belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn)
Peningkatan jumlah fibrolas pada penyembuhan luka gingiva tikus dengan pemberian ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn) secara topikal
Keywords:
penyembuhan luka, daun belimbing wuluh, Averrhoa bilimbi Linn, fibroblasAbstract
Penyembuhan luka pada gingiva merupakan suatu hal kompleks karena terletak pada daerah yang terbuka, sering terkontaminasi dan terpapar berbagai jenis bakteri di dalam rongga mulut. Secara histologis, penyembuhan luka memperlihatkan gambaran berupa peningkatan jumlah fibroblas. Tanaman belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn) dapat digunakan sebagai obat luka karena mengandung saponin yang memiliki kemampuan membersihkan dan bersifat antiseptik; tanin dan flavonoid bersifat anti-inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan jumlah fibroblas pada penyembuhan luka gingiva tikus dengan pemberian ekstrak daun belimbing wuluh secara topikal dengan konsentrasi yang berbeda. Penelitian dilakukan dengan pretest-posttest control group design, terdiri atas kelompok kontrol dengan akuades dan kelompok perlakuan dengan pemberian ekstrak etanol DBW secara topikal dengan konsentrasi 20% dan 40%. Hasil penelitian berdasarkan uji perbandingan dengan one-way Anova menunjukkan bahwa rerata jumlah fibroblas pada ketiga kelompok setelah diberikan perlakuan berbeda secara bermakna (p=0,001). Disimpulkan bahwa terjadi peningkatan jumlah fibroblas pada penyembuhan luka gingiva tikus yang diberikan ekstrak DBW. Pada konsentrasi 20% peningkatan jumlah fibroblas lebih tinggi dari pada konsentrasi 40%.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Makassar Dental Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.