Antibacterial activity of longan seed extract (Dimocarpus longan L.) to P.gingivalis

Aktivitas antibakteri ekstrak biji kelengkeng (Dimocarpus longan L.) terhadap P.gingivalis

Authors

  • Gisela Alvina Murdany Clinical Student Faculty of Dentistry, Maranatha Christian University Bandung, Indonesia
  • Henry Y Mandalas Department of Periodontology, Faculty of Dentistry, Maranatha Christian University Bandung, Indonesia
  • Vinna Kurniawati Sugiaman Department of Oral Biology Faculty of Dentistry, Maranatha Christian University Bandung, Indonesia

Keywords:

periodontitis kronis, ekstrak biji kelengkeng, P.gingivalis, mmetode difusi sumur agarar, antibakteri

Abstract

Kelengkeng (Dimocarpus longan L.) merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antibakteri. Biji merupakan bagian dari tanaman kelengkeng yang mengandung senyawa antibakteri berupa fenolat, tanin, flavonoid, dan triterpenoid. Artikel ini membahas efek antibakteri biji kelengkeng terhadap bakteri Porphyromonas gingivalis ATCC 332277 penyebab periodontitis kronis dengan menghitung rata-rata diameter zona hambat. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen laboratorik dengan kelompok eksperimen pada konsentrasi 3,125%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, 75%, 100%. Sebagai pembanding, klorheksidin 0,2% sebagai kontrol positif dan DMSO 10% sebagai kontrol negatif. Berdasarkan metode difusi sumur, tampak bahwa pada kelompok eksperimen, konsentrasi 100% menghasilkan zona hambat 10,07 mm namun tidak lebih besar dari klorheksidin 0,2% sebesar 11,94 mm. Sedangkan zona hambat terkecil dihasilkan oleh biji kelengkeng dengan ekstrak 25% yaitu 3,15 mm. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh ekstrak biji kelengkeng dalam menghambat pertumbuhan bakteri P.gingivalis.

Downloads

Published

2023-12-01